Hukum Judi Poker Menurut Undang – Undang

Hukum Judi Poker Menurut Undang – Undang – Perjudian merupakan salah satu tindakan yang di larang oleh pemerintah Indonesia. Walaupun permainan ini merupakan permainan tertua dan hampir seluruh negara di dunia mengenalnya. Permainan ini dianggap sebagai permainan keberuntungan, selain itu judi juga merupakan salah satu permasalahan karena lebih banyak dampak negatif yang ditimbulkannya. Akibat mengenal judi, seseorang akan merasa malas untuk bekerja karena apabila menang maka hadiah yang akan didapatkannya cukup besar. Selain menimbulkan berbagai dampak sosial, judi juga merugikan baik secara moral, agama maupun kesusilaan. Secara bahasa berjudi memiliki arti mempertaruhkan sejumlah uang atau harta dalam sebuah permainan tebakan yang didasarkan pada faktor keberuntungan dan bertujuan untuk mendapatkan sejumlah uang dengan nominal lebih besar dibandingkan jumlah uang semula.

Salah satu bentuk judi yakni poker. Poker merupakan salah satu permainan kartu yang menggunakan ketrampilan dan strategi. Umumnya semua permainan poker selalu menggunakan taruhan karena taruhan merupakan bagian utama dari permainan poker ini, dan taruhan juga dapat berguna untuk menetapkan pemenang dari tiap kartu yang digunakan oleh pemain. Permainan poker menggunakan kartu remi sebanyak 52 lembar kartu. Cara permainan poker dimulai dengan pembagian kartu oleh bandar atau dealer. Pada awal permainan dealer akan membagikan 2 kartu, jika pemain mendapat kartu yang bagus dan ingin mengikuti taruhan maka dapat memilih call, atau raise jika ingin menambahkan nilai taruhan yang dipakai. Jika ternyata anda tidak mendapatkan kartu yang bagus maka anda dapat menekan tombol fold untuk tidak ikut dalam taruhan tersebut, namun anda juga dapat menekan tombol check jika anda merasa penasaran dan ingin menaikkan nilai taruhan anda. Perbedaan poker online dan judi konvensional terletak pada prinsip bahwa dalam perjudian online yakni perjudian yang menggunakan sarana teknologi informasi adalah berdasarkan kepercayaan karena tidak ada seorang penjudi pun yang tahu siapa bandar dan tidak ada yang tahu dimana keberadaan bandar tersebut.

Bagaimana hukum menjadi agen bola online menurut undang-undang?Perjudian menurut hukum indonesia sudah diatur dalam KUHP pasal 303. Sedangkan untuk peraturan terkait judi online sudah diatur dalam pasal 27 ayat 2 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE yang kemudian diubah dalam UU No 19 tahun 2016. Bunyi KUHP pasal 303 ayat 1 yakni berupa ancaman bahwa siapa saja yang melakukan tindak pidana perjudian dapat diancam dengan kurungan penjara paling lama 4 tahun atau bisa juga dengan denda maksimal sepuluh juta rupiah. Namun, hukuman ini tidak berlaku apabila penyelenggara perjudian mendapat izin dari pihak – pihak yang berwenang. Pasal 27 ayat 2 UU ITE juga mengungkapkan bahwa siapa saja yang dengan sengaja atau tidak, kemudian mendistribusikan, mentransmisikan dan atau membuat akses informasi elektronik yang bermuatan terkait perjudian. Ancaman terhadap perjudian juga diungkapkan dalam pasal 45 ayat 2 UU 19/2016 sebagai pengganti UU No 11/2008 menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja ataupun tidak turut serta dalam pendistribusian, pembuatan dan transmisi data elektronik yang berhubungan dengan perjudian maka dapat dipidana dengan kurungan penjara maksimal 6 tahun dengan denda maksimal 1 miliar.

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hukuman pidana untuk kasus judi online lebih lama jika dibandingkan hukum kasus perjudian konvensional.

Namun, baru – baru ini tepatnya pada tahun 2018, adanya wacana revisi RKUHP Pasal 505 ayat 1 dianggap sebagai celah untuk legalisasi perjudian. Hal ini karena dianggap bahwa yang dapat ditangkap hanya seseorang yang mengikuti perjudian tanpa ijin, celahnya apabila mempunyai ijin berarti diperbolehkan melakukan perjudian. Tentunya hal ini harus dicermati oleh orang – orang yang bekerja dengan hukum. Walaupun begitu, perjudian memanglah tidak boleh dilegalkan karena lebih banyak menimbulkan kerugian dibandingkan keuntungan. Masyarakat yang setuju dengan perjudian menganggap bahwa perjudian adalah jalan pintas untuk mendapatkan uang, sedangkan masyarakat yang tidak setuju atau bisa dikatakan menolak perjudian merupakan golongan orang yang menyadari bahwa perjudian lebih banyak menimbulkan efek buruk jika dibandingkan dengan efek baik.

Untuk itu, jika di sekitar anda terdapat perjudian sebaiknya dilarang atau dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *